Sekolah Kedinasan

Trik Menghitung Cepat Soal Aritmetika TIU Tanpa Kalkulator

Super Admin · · 5 menit baca

Tidak ada kalkulator di ruang ujian SKD. Yang tersedia hanya kertas coretan, dan waktu yang terus berjalan.

Karena itu, di soal aritmetika TIU yang menentukan bukan apakah kamu bisa menghitung — hampir semua peserta bisa — melainkan seberapa cepat. Artikel ini berisi teknik-teknik yang benar-benar memangkas waktu, dengan contoh yang bisa langsung kamu uji.

Prinsip Utama: Sederhanakan Dulu, Baru Hitung

Kesalahan paling mahal dalam soal hitungan adalah mengerjakan sesuai urutan yang tertulis.

Contoh: berapa hasil dari (36 × 45) ÷ 54?

Cara panjang: 36 × 45 = 1.620, lalu 1.620 ÷ 54 = 30. Butuh dua operasi besar.

Cara cepat: sederhanakan dulu 36/54 menjadi 2/3, lalu 2/3 × 45 = 30. Selesai dalam sekali lihat.

Biasakan memeriksa apakah ada yang bisa dicoret sebelum menyentuh angka besar.

Persentase: Pecah Jadi 10% dan 5%

10% dari bilangan apa pun didapat dengan menggeser koma satu tempat. Dari situ, hampir semua persentase bisa disusun.

15% dari 240 = 10% (24) + 5% (12) = 36

35% dari 80 = 10% (8) × 3 + 5% (4) = 24 + 4 = 28

PersentaseCara memecah
5%Setengah dari 10%
15%10% + 5%
20%10% × 2
25%Bagi 4
75%Kurangi seperempatnya

Perkalian dengan Angka Dekat Bilangan Bulat

Bila salah satu angka dekat dengan puluhan atau ratusan bulat, ubah menjadi pengurangan atau penjumlahan.

98 × 45 = (100 × 45) − (2 × 45) = 4.500 − 90 = 4.410

102 × 35 = (100 × 35) + (2 × 35) = 3.500 + 70 = 3.570

Jauh lebih cepat daripada perkalian bersusun, dan risiko salah hitungnya jauh lebih kecil.

Kuadrat Bilangan Berakhiran 5

Ada jalan pintas yang berlaku untuk semuanya: ambil angka di depan 5, kalikan dengan angka berikutnya, lalu tempelkan 25.

35² → 3 × 4 = 12 → 1.225

45² → 4 × 5 = 20 → 2.025

85² → 8 × 9 = 72 → 7.225

Perkalian dengan 11

Untuk bilangan dua digit: pisahkan kedua digitnya, lalu sisipkan jumlahnya di tengah.

11 × 36 → 3 dan 6, jumlahnya 9 → 396

Bila jumlahnya lebih dari 9, simpan sebagai puluhan: 11 × 57 → 5 dan 7, jumlahnya 12 → 5+1 = 6 di depan → 627.

Pecahan yang Sebaiknya Dihafal

Mengubah pecahan menjadi persen di tengah ujian membuang waktu. Enam baris ini cukup:

PecahanPersen
1/250%
1/333,3%
1/425%
1/520%
1/812,5%
3/837,5%

Soal Cerita yang Sering Muncul

Rata-rata gabungan

Kelas A berisi 20 siswa dengan rata-rata 75. Kelas B berisi 30 siswa dengan rata-rata 85. Berapa rata-rata gabungannya?

Jangan merata-ratakan 75 dan 85 — itu jebakannya. Hitung totalnya dulu:

(20 × 75) + (30 × 85) = 1.500 + 2.550 = 4.050, dibagi 50 siswa = 81

Perhatikan hasilnya lebih dekat ke 85 daripada ke 80, karena kelas B lebih banyak orangnya.

Pekerjaan bersama

A menyelesaikan pekerjaan dalam 4 jam, B dalam 6 jam. Berapa lama bila dikerjakan bersama?

Ubah menjadi kecepatan kerja per jam, lalu jumlahkan:

1/4 + 1/6 = 3/12 + 2/12 = 5/12 per jam

Waktunya adalah kebalikannya: 12/5 = 2,4 jam, atau 2 jam 24 menit.

Patokan pemeriksaan: hasilnya harus selalu lebih cepat daripada pekerja tercepat. Bila jawabanmu lebih dari 4 jam, pasti ada yang salah.

Untung dan rugi

Barang dibeli 80.000 dan dijual 100.000. Berapa persen untungnya?

Untung 20.000. Persentase untung selalu dihitung terhadap harga beli: 20.000 ÷ 80.000 = 25%.

Kesalahan umum: membaginya dengan harga jual, yang menghasilkan 20% — dan angka itu biasanya sudah disiapkan sebagai pilihan pengecoh.

Diskon bertingkat

Sebuah barang didiskon 20%, lalu didiskon lagi 10%. Berapa total diskonnya?

Bukan 30%. Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah turun:

0,8 × 0,9 = 0,72, artinya kamu membayar 72% dari harga awal → total diskon 28%.

Perbandingan

Umur ayah dan anak berbanding 5 : 2. Selisih umur mereka 21 tahun. Berapa umur masing-masing?

Selisih perbandingannya 5 − 2 = 3 bagian, dan 3 bagian bernilai 21 tahun, sehingga 1 bagian = 7 tahun.

Ayah = 5 × 7 = 35 tahun, anak = 2 × 7 = 14 tahun.

Perkirakan Dulu Sebelum Menghitung Penuh

Pada soal pilihan ganda, kamu tidak selalu perlu jawaban persis — kamu hanya perlu tahu pilihan mana yang benar.

Bila soal menanyakan 19% dari 812 dan pilihannya berjarak jauh, perkiraan 20% dari 800 = 160 sudah cukup untuk menyingkirkan sebagian besar pilihan. Menghitung persis baru perlu bila pilihannya berdekatan.

Kebiasaan ini juga berfungsi sebagai pemeriksa: bila hasil hitungan panjangmu jauh dari perkiraan kasar, kemungkinan besar ada kesalahan.

Latih dengan Pengatur Waktu

Teknik-teknik di atas tidak berguna bila baru diingat saat ujian. Semuanya harus jadi kebiasaan, dan itu hanya terbentuk lewat pengulangan.

Cara berlatih yang efektif: kerjakan 20 soal hitungan dengan target 45 detik per soal. Setiap kali kamu menghitung dengan cara panjang padahal ada jalan pintasnya, tandai soal itu dan ulangi keesokan harinya.

Ingat bahwa TIU adalah komponen yang paling menyita waktu di seluruh SKD. Setiap 20 detik yang kamu hemat di soal hitungan adalah 20 detik tambahan untuk soal yang benar-benar sulit.

TIU aritmetika hitung cepat numerik soal cerita

Artikel Terkait

SKD STIS 2026: Bukan Soal Jurusan IPA, Tapi Nilai 80 dan Tes Matematika

SKD IPDN 2026: Formasi Terbesar, Tapi Ini Tahap yang Paling Menggugurkan

SKD PKN STAN 2026: Passing Grade, Saingan, dan Strategi Lolos

← Kembali ke Blog