Sekolah Kedinasan

Materi TIU SKD: Verbal, Numerik, dan Figural — Apa Saja yang Diuji

Super Admin · · 4 menit baca

TIU adalah komponen yang paling menyita waktu di SKD. Bukan karena soalnya paling banyak — TKP justru lebih banyak — melainkan karena hampir setiap soal TIU menuntut hitungan atau penalaran, bukan sekadar mengingat.

Kabar baiknya, tipe soal TIU jauh lebih terbatas daripada TWK. Begitu kamu mengenali kesembilan tipenya, sebagian besar soal berubah dari "harus dipikirkan" menjadi "sudah pernah ketemu".

Tiga Kelompok Kemampuan

Menurut PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026, TIU mengukur tiga kelompok kemampuan:

KelompokTipe soalSifatnya
VerbalAnalogiCepat bila polanya dikenali
SilogismeCepat bila aturannya dikuasai
AnalitisLambat — butuh tabel bantu
NumerikBerhitungCepat
Deret angkaCepat atau sangat lambat
Perbandingan kuantitatifCepat
Soal ceritaLambat — harus diterjemahkan dulu
FiguralAnalogi & serial gambarSedang
KetidaksamaanCepat

Perhatikan kolom terakhir. Perbedaan waktu antar tipe soal sangat lebar — padahal semuanya bernilai 5 poin yang sama persis. Ini fakta paling penting dalam strategi mengerjakan TIU.

Kemampuan Verbal

Analogi

Menguji apakah kamu bisa mengenali hubungan antara dua kata, lalu mencari pasangan dengan hubungan yang sama.

Contoh: DOKTER : STETOSKOP = PETANI : … Hubungannya profesi–alat kerja, sehingga jawabannya cangkul, bukan sawah (itu tempat kerja) atau padi (itu hasil kerja).

Kuncinya bukan kosakata, melainkan ketepatan merumuskan hubungannya.

Silogisme

Menarik kesimpulan dari dua pernyataan. Yang diuji adalah keabsahan penalaran, bukan kebenaran isinya.

Contoh: "Semua guru adalah pegawai. Semua pegawai menerima gaji." → Semua guru menerima gaji.

Jebakan terbesarnya: sebagian soal memang tidak punya kesimpulan yang sah, dan pilihan "tidak dapat ditarik kesimpulan" adalah jawaban yang benar.

Analitis

Tipe soal paling memakan waktu di seluruh TIU. Kamu diberi sekumpulan syarat — siapa duduk di mana, jadwal siapa di hari apa — lalu diminta menyimpulkan.

Soal ini nyaris mustahil dikerjakan di kepala. Perlu tabel atau bagan di kertas coretan. Karena itu, meski nilainya sama dengan soal lain, soal analitis paling layak dilewati lebih dulu bila waktumu menipis.

Kemampuan Numerik

Berhitung

Operasi hitung langsung: pecahan, desimal, persentase, akar, pangkat. Tidak ada kalkulator, sehingga yang menentukan adalah kecepatan hitung manual dan kemampuan menyederhanakan sebelum menghitung.

Deret Angka

Menemukan pola dalam rangkaian bilangan. Sifatnya ekstrem: bila polanya langsung terlihat, selesai dalam 15 detik; bila tidak, kamu bisa terjebak tiga menit tanpa hasil.

Karena itu deret angka butuh batas waktu pribadi yang tegas — bila dalam 60 detik polanya belum ketemu, lewati.

Perbandingan Kuantitatif

Diberi dua besaran, lalu diminta menentukan mana yang lebih besar. Sering bisa dijawab tanpa menghitung penuh — cukup membandingkan bentuknya.

Soal Cerita

Masalah kuantitatif dalam bentuk narasi: kecepatan, perbandingan umur, untung-rugi, pekerjaan bersama, campuran. Bagian tersulitnya bukan menghitung, melainkan menerjemahkan cerita menjadi persamaan.

Kemampuan Figural

Kelompok yang paling jarang dilatih, padahal paling tidak membutuhkan pengetahuan apa pun — murni pengamatan pola.

  • Analogi gambar — sama seperti analogi kata, tetapi hubungannya berupa perubahan bentuk, rotasi, atau pencerminan.
  • Ketidaksamaan — mencari satu gambar yang berbeda dari kelompoknya. Biasanya cepat.
  • Serial gambar — menemukan gambar berikutnya dalam rangkaian.

Perubahan yang umum dipakai: rotasi searah atau berlawanan jarum jam, penambahan atau pengurangan unsur, pencerminan, dan perubahan arsiran. Mengenali daftar pendek ini saja sudah mempercepat pengerjaan secara berarti.

Angka yang Perlu Kamu Tahu

KeteranganAngka
Jumlah soal TIU35
Nilai maksimal175
Ambang batas80
Jawaban benar yang dibutuhkan16 dari 35

Kamu boleh salah 19 soal dan tetap melewati ambang TIU. Itu terdengar longgar — sampai kamu sadar bahwa banyak peserta tidak sempat mengerjakan 19 soal terakhirnya.

Urutan Belajar yang Masuk Akal

Bila waktumu terbatas, dahulukan tipe soal dengan imbal hasil tertinggi per jam latihan:

  1. Silogisme — aturannya sedikit dan tetap. Sekali dikuasai, hampir selalu benar.
  2. Analogi kata — jenis hubungannya terbatas dan berulang.
  3. Deret angka — pola dasarnya bisa dihitung dengan jari, tetapi butuh latihan agar cepat dikenali.
  4. Figural — tidak butuh pengetahuan sama sekali, hanya kebiasaan mengamati.
  5. Berhitung & soal cerita — paling butuh jam terbang.
  6. Analitis — pelajari terakhir; ini kandidat pertama untuk dilewati saat ujian.

Latih Kecepatannya, Bukan Hanya Kebenarannya

Peserta yang bisa mengerjakan semua tipe soal TIU dengan benar tetapi butuh dua menit per soal akan tetap gagal, karena seluruh 110 soal harus selesai dalam 100 menit.

Karena itu, setiap kali berlatih TIU, catat bukan hanya berapa yang benar tetapi juga berapa lama. Soal yang benar dalam tiga menit tetap merupakan masalah yang harus diperbaiki.

TIU materi TIU silogisme deret angka logika SKD 2026

Artikel Terkait

SKD STIS 2026: Bukan Soal Jurusan IPA, Tapi Nilai 80 dan Tes Matematika

SKD IPDN 2026: Formasi Terbesar, Tapi Ini Tahap yang Paling Menggugurkan

SKD PKN STAN 2026: Passing Grade, Saingan, dan Strategi Lolos

← Kembali ke Blog